Sabtu, 09 November 2013

Dream



“sudah lama tidak bertemu denganmu”
Tiba’tiba dia memelukku. Sungguh, aku tidak tau siapa dia, namun dia seolah-olah telah mengenalku lama dan dia memelukku sangat erat seperti memang dia begitu lamanya tidak bertemu denganku. Aku memang merasakan adanya perasaan rindu yang mendalam di dirinya. Namun, terasa aneh hatiku tidak merasakan apa-apa. Atau mungkin karena aku tidak mengenalnya. Benar-benar tidak mengenalnya, atau aku mengenalnya tapi melupakannya. Aku rasa salah satu diantara itu.
“kau baik-baik saja kan? Apa kau merindukanku? Aku benar-benar merindukanmu.” .Dia berbicara seperti itu setelah melepaskan pelukannya. Satu hal yang aku rasakan. Aku merasa lega ketika dia melepaskan pelukannya. Dan aku masih terdiam, tidak tau harus berkata apa.
Dia meminta izin orang tuaku untuk mengajakku keluar. Tidak begitu jelas bagaimana ekspresi orang tuaku saat itu mengizinkan kami untuk keluar jalan-jalan.
Aku tidak kenal tempat itu. Pusat perbelanjaan yang besar. Gedung dengan lima lantai, lantai dasar berisi penjualan pakaian, lantai kedua makanan, lantai tiga aksesoris, lantai empat elektronik dan lantai lima market. Sepertinya aku sering kesana. Tidak jauh dari rumah. Dia mengajakku berkeliling. Dan entah apa yang sedang terjadi saat ini akupun tidak mengerti. Sepanjang perjalanan dia banyak berbicara dan kebanyakan pembicaraan itu tidak kufahami karena justru aku memang tidak mendengarkannya, aku sedang memikirkan hal lain, aku berfikir siapa laki-laki ini, aku memang seperti mengenalnya, tapi juga seperti asing bagiku. Aku juga tidak tahu namanya.
Di sudut hatiku aku merasakan sesuatu hal yang sepertinya hilang dari diriku. Sesuatu yang sangat penting bagiku yang justru sepertinya tidak ada hubungannya dengan laki-laki yang sekarang bersamaku. Semakin aku berusaha mengingat, aku semakin merasakan kesedihan yang menyebar dalam darahku, mendidih seakan ingin tumpah bersama air mataku.
“baju itu bagus.. bagaimana menurutmu?”. Dia membuyarkan lamunanku. Mataku beralih memandang baju batik untuk laki-laki. Tanpa berfikir panjang entah apa yang sedang terjadi dalam pikiranku sehingga aku mengucapkannya. “pilih saja yang kau mau, aku akan membelikannya untuk mu”.
“benarkah? Baiklah, aku pilih yang… ( dia sibuk memilih baju ) yang ini!! “.
Sambil tersenyum dia menunjukkan baju itu padaku. Aku rasa dia cukup pandai memilih baju, dan sepertinya juga cocok untuknya. Kami menuju tempat kasir, dan aku membayarnya. Aneh, aku merasa seperti digerakkan oleh sesuatu. Bukan keinginanku untuk membelikannya baju, toh dia bukan siapa-siapa. Maksutku, saat ini aku memang tidak mengenalnya. Tapi aku sendiri merasa aneh dengan kejadian ini.
Kami melewati sebuah pom bensin, dia mengajakku kesuatu tempat. Aku mengenal jalan yang sedang kami lewati. Perasaan kehilangan itu timbul lagi. Semakin menjadi ketika aku dan dia sampai disuatu tempat. Tempat yang aneh menurutku, aku dan dia seperti berada di dalam lukisan, dimana tempat itu terdapat banyak warna. Rumput yang hijau dengan bunga-bunga mawar merah. Tidak jauh dari sebuah pohon ada sebuah boneka teddy bear berwarna biru muda. Awan yang indah seputih kapas, membentang di langit biru cerah. Dia mendekatiku dan memelukku.
“tempat ini indah bukan? Aku mengetahuinya  ketika menuju kerumahmu”.
Aneh!! Sangat aneh, kenapa aku merasa muak dipeluk olehnya? Kenapa aku merasa benci dan ingin sekali dia melepaskan pelukannya. Ingin marah tapi mulutku terdiam. Aku berusaha tersenyum sambil melihat sekelilingku. Tidak terlalu banyak orang, namun kebanyakan orang disana memang berpasangan. Mataku tertuju ke laut lepas yang berada di sisi kanan kami.. hatiku berdegup kencang, aku merasakan perasaan yang sangat sakit di hatiku. Aku mencoba mengalihkan pandanganku, mengusir kegelisahan yang mulai mengusik hatiku. Mataku tertuju ke boneka itu untuk yang kedua kali.nya. ya Tuhan.. tubuhku bergetar.. seketika air mataku mulai jatuh bersamaan dengan itu otakku seperti kaset yang sedang memutar sebuah film. Wajah itu, tangan itu, senyum itu, aku bersama seorang laki-laki yang sepertinya sangat berarti untukku. Aku beringsut, menjauh dari laki-laki yang sekarang memelukku, membelakanginya berusaha menahan perasaan yang berkecamuk. Berusaha mencerna apa yang sedang terjadi di otakku. Tubuhku menggigil.
“tidak bisa…aku,,tidak bisa mencintai orang lain selain dia.. aku tidak bisa. Hatiku benar-benar sakit,, aku merasa tidak nyaman denganmu. Aku tidak tahu siapa kamu. Tapi di hatiku, di fikiranku aku hanya mencintai satu orang., meskipun suatu saat ada orang lain selain kau aku akan tetap mencintainya. Aku akan tetap mencintainya. Hanya mencintainya. Maafkan aku, entah bagaimana hubungan kita, aku benar-benar tidak bisa menerimamu dalam hatiku, juga dalam kehidupanku”.
Suaraku bergetar, kepalan tanganku semakin mengeras berusaha mengendalikan emosiku. Aku menyadari ucapanku, sepenuhnya. Semuanya teringat, kenanganku bersama dia, menangis bersama dia, tertawa bersama dia, susah bersama dia semuanya. Aku semakin terpuruk, menangis sejadinya. Tidak peduli apa yang difikirkan laki-laki itu padaku.
ŸαΩŠα
Aku terbangun, mendengar adikku menangis. Mataku sangat berat. Ku regangkan tubuhku mencoba mengumpulkan semua kesadaranku. Hp ku berbunyi,. Ada sms. Masih mengantuk aku membacanya. Dari temanku di kampus. Setelah membalasnya aku langsung ke kamar mandi, mengambil air wudlu, dan sholat subuh.  Selesai sholat, aku berfikir apa yang sedang terjadi. Aku bermimpi aneh, tiba-tiba aku merasa rindu dengan abi. Yah, beberapa hari ini hubungan kami memang sedang tidak baik.
Kejadian di mimpi itu membuat aku berfikir. Kekosongan hati yang aku rasakan saat aku tidak mengingat apapun adalah karena dia memang sangat berarti untukku. Bahwa Abi memang bagian dari hidupku. Berapapun kebaikan sebanyak apapun cinta dan sayang yang aku terima dari seseorang (laki-laki) aku tidak akan bisa mencintai orang lain selain Abi. Apapun kekurangan Abi, kelebihan Abi. Aku mencintai satu orang apapun keadaannya. Apapun keadaanku aku tetap akan mencintai dirimu, Dan aku fikir itulah cinta sejati. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Pengikut